Profil
· Profil PSPP "INSYAF"
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi
· Tugas Pokok dan Tujuan
· Program Pokok Rehabilitasi Sosial
· Syarat - Syarat Penerimaan Calon Penerima Manfaat
· Kegiatan Kegiatan Panti
· FASILITAS

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

PENYELUNDUPAN NARKOTIKA DENGAN MODUS OPERANDI DISEMBUNYIKAN DI LUKISAN
-----------------------------------------------------------------------------------
Dipublikasi pada Kamis, 03 Maret 2011 by eko
-----------------------------------------------------------------------------------

denny menulis "


BNN kembali mengungkap jaringan sindikat Narkotika internasional yang dikendalikan dari luar negeri. Tim Satgas BNN berhasil menangkap 6 (enam) orang Tersangka, masing-masing : 1. RA alias D (pr/WNI), 2. E alias W (pr/WNI), 3. P alias Pr (laki/WN Nigeria), 4. DW (laki/WNI), 5. AM alias R alias Papi (laki/WNI), 6. J alias E (laki/WNI). Petugas juga berhasil menyita barang bukti berupa 5,52 kg shabu.
Dari hasil analisa penyelundupan Narkotika selama ini, Batam merupakan salah satu titik masuk Narkotika, selain Bandara Polonia Medan, Pelabuhan Belawan Medan, Pelabuhan Tanjung Pinang Batam, Pelabuhan Dumai, Pelabuhan Kuala Tungkal Jambi, Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Bandara Adi Sumarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Ngurah Rai Denpasar, perbatasan Entikong Serawak “ Kalbar dan Nunukan Kaltim. Oleh karena itu BNN telah meningkatkan pengawasan melalui kegiatan interdiksi bandara, interdiksi pelabuhan dan interdiksi lintas batas.
Pada tanggal 28 Januari 2011 lalu Tim Satgas BNN berhasil menangkap seorang wanita berinisial RA di Batam, yang dari hasil pengamatan di lapangan, RA membawa barang berupa lukisan namun berat lukisan tersebut terlihat tidak wajar. Bobot lukisan lebih berat dari lukisan biasa dengan ukuran yang sama. Ternyata tersangka RA menyembunyikan Narkotika di dalam papan kayu yang memiliki banyak lubang-lubang dan kemudian dikamuflase dengan lukisan. Petugas interdiksi tidak terkecoh dengan rapinya lukisan tersebut dan tetap melakukan pemeriksaan sesuai dengan prosedur. Di dalam 4 papan lukisan ditemukan 28 bungkus dengan berat keseluruhan mencapai 5,52 kg shabu.
Tim Satgas kemudian mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan sindikat lainnya dan tanggal 29 Januari 2011 sekitar jam 10.00 WIB berhasil menangkap seorang pria warga negara Nigeria yang berinisial PN di daerah Kelapa Dua, Kebon Jeruk “ Jakarta Barat. Selanjutnya pada hari yang sama sekitar jam 21.00 WIB berhasil menangkap seorang wanita berinisial W alias E di daerah Srengseng, Jakarta Barat, sebagai pihak yang menyuruh RA mengambil lukisan tersebut ke Batam.

Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa modus operandi membawa shabu dengan menggunakan lukisan ini telah berjalan berkali-kali. Hal ini terungkap setelah ditangkapnya tersangka AM pada tanggal 31 Januari 2011 bersama temannya yaitu D dan ED di daerah Villa Mutiara Cinere, Depok. AM mengaku telah menyuruh D untuk mengambil lukisan di beberapa lokasi yang berisi shabu. Bahkan ketika ditangkap, dari tersangka AM berhasil disita barang bukti berupa shabu seberat 12,33 gram, yang merupakan sisa pengiriman lukisan yang lalu. Tersangka AM pada saat menjalani tes urine, positif mengonsumsi shabu.
 



Tersangka D adalah seorang tukang ojek yang dititipi uang Rp 2.000.000,- untuk membayar RA dan dibekali sebuah handphone untuk berkomunikasi pada saat dia mengambil lukisan atas perintah AM. Dalam mendistribusikan shabu ke konsumen, tersangka AM menggunakan berbagai modus, diantaranya menitipkan bungkusan shabu di tempat penitipan barang di mal dan tanda terimanya di tempelkan di suatu lokasi, dan calon penerima barang akan mengambil tanda terima untuk mengambil titipan shabu di tempat penitipan barang. Dengan demikian, antara penjual dan pembeli tidak bertatap muka langsung karena semua order via handphone.
Dalam operasi ini Satgas BNN berhasil menyita barang bukti berupa :
1. Shabu seberat 5,52 kg yang dikemas dalam 28 bungkus plastik, disembunyikan dalam 4 (empat) pigura lukisan, disita dari tersangka RA
2. Shabu seberat 12,33 gram disita dari tersangka AM
3. 4 (empat) buah pigura berikut lukisannya disita dari tersangka RA
4. Seperangkat alat hisap shabu (bong) milik tersangka AM
5. Uang tunai sebesar Rp. 50 juta
6. 5 (lima) buah handphone
7. 15 (lima belas) SIM card
8. Beberapa tabungan
9. Beberapa kartu ATM
10. 16 (enam belas) lembar kertas berisi catatan distribusi shabu ke konsumen

Adapun peran masing-masing tersangka adalah :
1. Tersangka SM, pria, warga negara Nigeria, selaku pemilik shabu dan pengendali dari luar negeri (buron)
2. Tersangka RA, wanita, WNI, selaku kurir
3. Tersangka E, wanita, WNI, selaku pengendali kurir
4. Tersangka P alias Pr, pria, warga negara Nigeria, selaku pengendali jaringan di Indonesia ke tersangka SM di Nigeria.
5. Tersangka D, pria, WNI, selaku kurir. Pekerjaan sehari-hari sebagai tukang ojek. Pernah disuruh tersangka AM mengambil lukisan berisi shabu seberat 3 kg di Atrium Senen dari seorang perempuan.
6. Tersangka ED, pria, WNI, selaku kurir dan membantu menyerahkan uang dan handphone kepada tersangka D. Hasil tes urine, positif menggunakan shabu.
7. Tersangka AM , pria, WNI, selaku distributor di Indonesia. Hasil tes urine positif menggunakan shabu.

E dan RA (keduanya wanita WNI) yang menjadi pacar Pr dan PK (keduanya warga negara Nigeria), mengaku bahwa mereka mau menjadi kurir Narkotika dengan alasan masalah ekonomi. Pr dan PK merekrut E dan RA sebagai kurir Narkotika dengan cara mendekati, menarik simpati, memacari, dan kemudian menugasinya sebagai kurir Narkotika.
Shabu yang berhasil disita dalam operasi ini diperkirakan seharga Rp. 11.000.000.000,- (sebelas milyar rupiah) dan diasumsikan dapat dikonsumsi (menimbulkan korban) lebih dari 22.000 orang.
Tim Satgas BNN terus mengembangkan penyidikan untuk memburu tersangka yang lain dan memburu aset-aset tersangka untuk dirampas oleh negara. Satgas BNN juga melakukan kerjasama dengan counterpart di negara lain untuk memburu tersangka yang berada di luar negeri.

Source : BNN

"



 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang
· Berita oleh eko


Berita terpopuler tentang :
Study Lapangan SD Candra Kusuma


Nilai Berita
Rata-rata: 0
Pemilih: 0

Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


PANTI SOSIAL PAMARDI PUTRA INSYAF, MEDAN
Departemen Sosial RI 2009